Powered by Blogger.
Showing posts with label Grafik FNBS IHSG. Show all posts
Showing posts with label Grafik FNBS IHSG. Show all posts

IHSG Review 04-04-2015

IHSG Review 04-04-2015

Ke depannya saya akan menggabungkan postingan IHSG Review dengan Rangkuman Pasar, karena bagaimana pun keduanya punya keterkaitan satu sama lain. Kalau melihat posisi IHSG sekarang ini, kita bisa berharap bahwa ke depannya akan ada banyak sekali katalis positif yang masuk ke pasar saham. Itu sebabnya saya mengingatkan bahwa usahakan untuk mensettting timeframe trading dari jangka pendek menjadi jangka menengah. Jadi jangan melulu beli dan jual dalam waktu singkat. Coba pelajari mana-mana saja saham yang bisa dipegang untuk jangka waktu 3-6 bulan ke depan. Tidak masalah agak lama sedikit. Prioritaskan yang memiliki fundamental bagus. Pilihan saya saham apa saja, kecuali sektor keuangan dan komoditas, karena untuk 2 macam sektor ini, saya tak tahu cara memvaluasinya. Jadi saya cenderung memilih sektor-sektor yang saya pahami saja.

Setelah menyelesaikan Corrective Minor Wave 4 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V, IHSG kini sedang berjalan di Minor Wave 5 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V. IHSG diprediksi akan bergerak naik untuk menyelesaikan puncak dari Intermediate Wave (3) ini. Munculnya b failure diikuti dengan c failure mengindikasikan munculnya trend bullish yang kuat. Dan seperti biasa, nantinya mata kita banyak disuguhi godaan-godaan di pasar agar kita mau melakukan trading jangka pendek dan melupakan keinginan kita untuk menyimpan saham buat jangka menengah-panjang. Kalau kamu memang sudah mempelajari perihal analisa fundamental, maka ini adalah momentum paling pas untuk menguji kemampuan analisamu.

IHSG Review 28-03-2015

IHSG Review 28-03-2015

Seringkali optimisme tak terjawab seketika, tapi bukan berarti batal. Rentang ideal koreksi yang tak digunakan 2 minggu lalu seolah-olah mengisyaratkan bahwa koreksi minor wave 4 sudah selesai, bersamaan munculnya capital inflow, tapi ternyata IHSG hanya berakhir flat dan turun. Apakah ini kabar buruk? Justru sebaliknya. Pada postingan minggu lalu saya menuliskan adanya 2 kemungkinan yang bisa terjadi, lalu saya memilih kemungkinan yang pertama, dan keliru. Minor wave 4 ternyata masih berlangsung yang artinya pasar memilih kemungkinan kedua. Dan dalam perhitungan Elliot Wave selanjutnya, koreksi yang terbentuk dari kemungkinan yang kedua inilah yang bisa menjadi petanda munculnya trend bullish jangka panjang nantinya, jauh lebih baik ketimbang kemungkinan yang pertama, karena minor wave 5 nantinya diprediksi akan naik lebih panjang dari perkiraan semula.

IHSG Review 21-03-2015

IHSG Review 21-03-2015

Hasil indecision yang saya tandai minggu lalu akhirnya berakhir flat di minggu ini. Sebenarnya saya berharap IHSG akan terkoreksi menuju gap dalam minggu ini, tapi ternyata harapan saya tersebut belum tercapai. Dengan berakhir flat seperti ini, posisi IHSG sebenarnya masih indecision, namun ada 2 kemungkinan target yang sudah bisa kita tandai di sini. Kemungkinan pertama, seiring adanya pembentukan Minute Wave a of Minor Wave 4 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V dan sekarang ini tengah dalam penyelesaian Minute Wave b. Sebenarnya saya jarang menghitung sampai dengan minute wave ini dan lebih banyak mengabaikan, sehingga dengan memfokuskan perhitungan wave hanya sampai minor wave saja, maka bisa disimpulkan bahwa koreksi tajam tidak terjadi. Hasil ini lebih kurang sama jika perhitungan melibatkan hingga ke minute wave dengan double failure wave b dan c, dan itu merupakan sinyal bullish. Hasilnya IHSG akan masuk ke minor wave 5 yang panjangnya diprediksi lebih pendek dari minor wave 3.

IHSG Review 14-03-2015

IHSG Review 14-03-2015

Gambar di atas menjelaskan bahwa IHSG sudah menyelesaikan Minor Wave 3 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V dan kini tengah menyelesaikan Minor Wave 4 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V. Sebelumnya saya menuliskan di artikel ini bahwa pola koreksi akan berbentuk landai 2-3 minggu, sehingga sangat dimungkinkan untuk bertrading ria jangka pendek. Idealnya pada rentang waktu yang ditandai dalam kotak merah dengan target 5325. Apakah target support bisa lebih rendah? Ya tentu saja bisa. Kalau kamu melihat ada 3 garis (hitam, biru, dan merah), maka itu bisa menjadi target-target support IHSG. Dengan kata lain, jangan terlalu terburu-buru untuk mengambil posisi sekarang ini, terutama untuk tujuan jangka panjang, karena sangat mungkin IHSG belum mencapai level support yang ideal. Pun setelah mencapai level support nanti harus dinilai dulu apakah situasi dan kondisi sudah / belum mendukung untuk berbalik arah. Jadi masih banyak faktor yang harus diperhatikan. Kenapa jadi ribet begini? Karena ini sudah menyangkut problem makro.

IHSG Review 07-03-2015

IHSG Review 07-03-2015

IHSG kembali membuat rekor baru dengan tutup di 5514 atau all time high. Level ini hanya terpaut 3 poin dari resisten fibonacci yang ditandai pada grafik minggu lalu. Penutupan kemarin pun seperti dipaksakan, dimana harga mulai rally justru setelah pasca closing. Seperti yang terlihat pada gambar di atas, setelah menyentuh level ini, ini akan menjadi puncak Minor Wave 3 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V, dan kemungkinan selanjutnya adalah IHSG akan terkoreksi turun menuju gap dalam rentang waktu ideal seperti yang ditandai kotak merah. Saya belum melihat kemungkinan adanya skenario lain yang muncul berdasarkan hitungan Elliot Wave. Jadi untuk saat ini, corat-coret IHSG masih seperti di atas yang tak berbeda dari minggu lalu.

IHSG Review 28-02-2015

IHSG Review 28-02-2015

IHSG mengikuti pergerakan garis merah seperti yang digambarkan pada grafik minggu lalu. Kalau benar-benar mengikuti gerakan garis merah, maka idealnya pada level segini IHSG akan turun terbatas ke 5379 sebelum melanjutkan kenaikan hingga mencapai target puncak Minor Wave 3 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V di 5517. Tapi tampaknya ada peluang IHSG akan mengikuti garis hijau, garis yang semula saya sangat skeptis akan diikuti oleh IHSG.

IHSG Review 21-02-2015

IHSG Review 21-02-2015

Pergerakan IHSG menembus resisten 5367 sebagai kelanjutan pasca mini correction membatalkan prediksi garis biru dan cenderung memilih garis merah. Karena itu garis biru saya hapus dan hanya menyisakan garis merah dan hijau. Garis merah ini anomali sebenarnya, karena IHSG rebound pada support yang kurang ideal. Para beruang seperti kehabisan waktu. Dalam 1 bulan terakhir ini saya melihat banyak sekali anomali yang terjadi. Di saat ada kesempatan bagus untuk rally, IHSG malah flat. Di saat ada kesempatan bagus untuk koreksi, IHSG juga flat. Ini dengan cara membandingkan IHSG dengan arus modal yang masuk, sehingga kalau dirata-ratakan IHSG flat dan arus modal juga flat.

IHSG Review 14-02-2015

IHSG Review 14-02-2015

Kondisi IHSG dalam minggu ini tak banyak berbeda dari minggu lalu. Masih tersandera oleh penguatan USD terhadap rupiah, dan tampaknya rupiah berusaha bertahan sambil memanfaatkan sentimen positif perkembangan ekonomi Indonesia buat ke depannya.

Beberapa hari lalu DPR setuju untuk memberikan suntikan modal untuk beberapa BUMN, walaupun jumlahnya jauh di bawah yang diajukan Pemerintah. Tapi tidak apa-apa, itu lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Yang pernah saya baca, tujuan memberikan suntikan modal besar itu untuk memotong aksi jual-beli proyek yang selama ini banyak dilakukan. Contoh, tender membangun jembatan. Masa iya jembatan yang besarnya tak seberapa ditenderkan? Maka, turun tangan Pemerintah dalam memberikan modal pada BUMN diharapkan bisa lebih tepat sasaran ketimbang membiarkan para BUMN sibuk bertender-ria yang hasilnya pun tak jelas. Investor dalam negeri sangat menaruh harapan pada komitmen Pemerintah RI dalam memajukan kesejahteran rakyat, memberantas korupsi, serta menindak oknum-oknum yang diduga memperlambat birokrasi.

Kurs USD dalam minggu ini bergerak dalam range Rp12650-12800. Tingkat inflasi bulan Januari 2015 sebesar 6,96%, cukup membaik ketimbang inflasi bulan Januari 2014 sebesar 8,22%. Penurunan inflasi ini terbanyak disumbangkan oleh turunnya BBM. Selebihnya, Indonesia masih berupaya untuk bertahan sambil terus membangun pondasi ekonomi. Itu sebabnya kita belum merasakan terobosan-terobosan yang berarti dari pemerintahan yang baru, selain masih sibuk memperbaiki sistem yang masih carut marut. Banyak UU yang mesti ditinjau ulang. Banyak Perppu yang harus dikeluarkan. Jika sistem sudah tersusun dengan rapi dan teruji, maka di situlah momentum kebangkitan ekonomi nantinya.

IHSG Review 07-02-2015

IHSG Review 07-02-2015

Pergerakan IHSG tampaknya masih tersandera dengan pergerakan rupiah yang nyaris tak kemana-mana. Walaupun arus modal masuk terus terjadi sejak pertengahan Desember 2014 s/d hari ini, tapi kenaikan IHSG tak sefantastis modal yang masuk. Kondisi IHSG seperti pemain bola yang belum sembuh dari cedera, tapi sudah dipaksa untuk bermain lagi. Indonesia membukukan pertumbuhan ekonomi 2014 paling lambat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Ini bisa dimaklumi karena Indonesia sudah mengalami defisit 40 bulan lamanya akibat beban import yang berlebihan dan ekspor yang menurun. Akibat terlalu mengandalkan sektor migas, sementara harga komoditas turun, maka Indonesia hanya 1/2 berpasrah diri saat rupiah makin lama makin terpuruk hingga sekarang ini. Kita berharap pada pemerintahan baru yang sekarang ini benar-benar berkomitmen memperbaiki itu dan jangan sampai mengulangi kesalahan pemerintahan sebelumnya.

IHSG Review 31-01-2015

IHSG Review 31-01-2015

Dalam 1 minggu terakhir ini pasar banyak melewatkan kesempatan bullish yang bagus. Sayang sekali memang, tapi itu semua bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus modal yang masuk ke pasar saham kita demi merespon outlook ekonomi Indonesia yang cukup menjanjikan, tiba-tiba harus terhadang dengan kondisi pasar Eropa yang sedang gonjang-ganjing. Alhasil, investor lebih suka menahan diri sambil terus mencari momentum yang benar-benar tepat untuk masuk. Belum ada kejadian yang terlalu luar biasa saat ini. Pasar masih cukup tenang, walaupun pemerintahan Indonesia sedang diterpa isu politik yang memanas. Tapi belum cukup panas buat 'membakar' IHSG. Konflik KPK vs Polri masih sarat dengan politik kepentingan tanpa bersinggungan sama sekali dengan outlook ekonomi ke depannya.

IHSG Review 24-01-2015

IHSG Review 24-01-2015

Overshoot yang terjadi pada IHSG beberapa hari yang lalu mengambil support di sekitar 5126. Sebelumnya saya mengharapkan titik support cukup di 5155 (support 1) dari 3 kemungkinan support yang akan dipilih pasar. Tapi pilihan saya meleset karena pasar memilih support 2. Secara hitungan EW, tidak berubah. Secara teknikal memang tidak dimungkinan untuk memastikan mana titik support yang akan dipilih pasar, tapi dimungkinkan untuk menghitung dimana kemungkinan support-supportnya. Sebenarnya seberapa penting menghitung titik support dan resisten IHSG ini? Sedikit saya jelaskan bagaimana mengambil posisi berdasarkan hitungan support IHSG ini.

IHSG Review 17-01-2015

IHSG Review 17-01-2015

IHSG ternyata terkoreksi lebih awal. Pergerakan ini sebenarnya di luar ekspektasi semula. Alih-alih masuk ke dalam situasi yang meragukan, pasar justru memilih untuk bergerak ke arah yang lebih aman. Kenapa penurunan ini disebut aman? Karena ini cara pasar menghindari situasi yang meragukan. Dengan kata lain, keluar dari situasi yang meragukan ini, pasar ingin menegaskan bahwa arah pergerakan ke depannya lebih jelas, lebih valid, dan lebih yakin. Semoga. Secara teknikal akan dijelaskan di bawah ini.

IHSG Review 10-01-2015

IHSG Review 10-01-2015

IHSG memasuki pergerakan yang sangat sulit dibaca. Sudah hampir 1 jam saya mematung di depan komputer menatap grafik IHSG dengan pikiran yang berputar-putar. Banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi. Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Dan tak bosan-bosannya saya menuliskan bahwa adakalanya IHSG ini bisa terbaca, tapi adakalanya tidak. Benar bahwa di satu sisi ke depannya peluang Indonesia untuk bergerak lebih maju terbuka lebar, tapi di sisi lain kita harus mengakui bahwa banyak hal yang sebenarnya baru mulai dirintis setelah selama ini terbengkalai tak terurus. Banyak hal yang harus direformasi, direnovasi, dan direstrukturisasi. Butuh waktu setidaknya 1-3 tahun untuk meletakkan pondasi agar bisa mewujudkan kemajuan yang nyata kelak. Dengan memahami ini, kira-kira akan jadi seperti apa grafik IHSG nanti? Silahkan menebak. Mengkhayal pun tidak apa-apa, asalkan jangan keterlaluan.

IHSG Review 03-01-2015

IHSG Review 03-01-2015

Dan perkiraan saya yang paling optimis pun terbantahkan. Sebelumnya saya menuliskan bahwa saya lebih optimis kalau IHSG terkoreksi flat dalam area yang sudah ditandai. (Juga mengkonfirmasi kembali pada kondisi pasar saat ini jangankan buat ambruk, untuk koreksi flat pun susah.) Namun, pasar memilih untuk melanjutkan kenaikan ketimbang terkoreksi turun, yang membuat prediksi saya jadi gatot (gagal total). Ini berarti mengkonfirmasi bahwa memang ada bull power yang sangat besar. Bull power seperti ini bisa membawa IHSG rally hingga 3-4 tahun ke depan dengan pola bergerak lambat dalam satu tahun ini, lalu mulai terakselerasi di tahun ke 2 s/d 4. Apa mungkin seperti itu? Wallahu a'lam bissawab.

IHSG Review 27-12-2014

IHSG Review 27-12-2014

Pergerakan IHSG sebelum liburan ini cenderung tak terprediksi karena tidak banyak terkoreksi seperti perkiraan saya sebelumnya. Harga belum banyak bermain di flat area. Pasar banyak merespon sentimen positif seputar penguatan Rupiah sehingga dalam grafik terlihat munculnya overoptimistic candle. Secara teknikal biasanya kenaikan dengan volume besar dan stochastic overbought akan diikuti oleh periode koreksi yang cenderung flat. Lalu, bagaimana jika trend yang flat itu tak terjadi? Berarti bull power sangat besar sehingga harga sulit bergerak turun dan cenderung bergerak naik terus. Ya mungkin saja itu bisa terjadi, tapi saya lebih optimis IHSG akan bergerak flat ketimbang naik. Saya lebih memilih flat sebagai perkiraan yang optimis karena ternyata di luar sana banyak yang lebih pesimis dan memprediksikan IHSG akan ambruk dan dollar akan menyentuh Rp14.000 s/d Rp15.000. Saya tidak tahu cara mereka menganalisa, tapi yang saya lihat di grafik bahkan untuk koreksi flat pun susah, apalagi ambruk.

IHSG Review 20-12-2014

IHSG Review 20-12-2014

IHSG Review ini akan saya coba postingkan setiap hari Sabtu atau Minggu. Sebelumnya saya pernah mempostingkannya tiap hari, tapi tampaknya itu bukan langkah yang bijak. Ini seperti mengingatkan obat Panadol sebagai anti piretik berulang-ulang kali, sehingga saya pikir itu hanya menghabiskan banyak waktu dan tenaga saja. Maka saya ambil kesimpulan untuk mempostingkan review ini cukup 1x dalam seminggu.

Seberapa penting review ini? Tergantung gaya investasi masing-masing. Ada yang bilang penting, ada yang bilang tak penting. Saya mengibaratkan review ini seperti prakiraan cuaca. Terkadang bisa tepat terbaca, terkadang tidak, dan terkadang tidak bisa dibaca sama sekali. Model analisis seperti ini tentunya hanya efektif pada kondisi pasar yang normal, bukan untuk memprediksi perang dan bencana alam, walaupun dalam banyak kasus prediksi bearish bisa tepat muncul beberapa minggu sebelumnya secara kebetulan. Kenapa bisa begitu? Karena psikologis manusia membentuk insting alamiah yang secara tak sengaja terlukis di grafik dan itu tak akan bisa tuntas dipahami oleh para ilmuwan, ekonom, hingga pakar saham sekalipun. Walaupun mungkin pergerakan pasar itu didominasi oleh pihak-pihak tertentu, tapi saya yakin mereka tidak mungkin bisa mengantisipasi semuanya. Tidak selalu turunnya indeks saham itu karena kemauan mereka. Oke sekian intermezzo-nya. Kita lanjutkan membahas posisi IHSG.

IHSG Review 13-12-2014

IHSG Review 13-12-2014

Dari pengamatan saya selama berkecimpung di bursa saham, secara teknikal 'agak lebih mudah' memprediksi IHSG turun ketimbang naik. Mungkin karena pengaruh emosi trader yang membuat seperti itu,  tapi dalam kondisi riil pun pasar tampaknya memang lebih mudah diarahkan turun ketimbang naik. Berita-berita buruk seolah-olah tak pernah kurang, mulai dari yang masuk akal sampai dengan yang tak masuk akal alias dibuat-buat. (Baca juga : Membentuk Ilusi Fear dan Greedy.) Namun, apapun prediksi turunnya, rata-rata hasil analisa selalu berakhir pada kondisi yang sama, yaitu tidak tahu memprediksi IHSG naik, karena secara teknikal biasanya untuk memprediksi naik selalu berpatokan pada 3 hal, yaitu : breakout garis downtrend, harga berhasil menyilang naik ke atas moving average jangka pendek, dan oscillator golden cross. Sayangnya, ketiga indikator ini sama-sama bermain di timeframe jangka pendek dan sering telat memberikan sinyal. Bahkan tak jarang kenaikan hanya bersifat sementara. Maka bisa disimpulkan tiap kali IHSG bergerak turun tajam, yang terjadi sebenarnya kita semua kembali ke titik nol analisa, karena sama-sama tidak tahu apakah ini berlanjut turun semakin parah atau hanya penurunan sementara saja. Jika kamu kebetulan baru terjun ke dunia saham pada saat ini, kamu masuk pada saat yang tepat, karena kita sedang memasuki ke titik nol analisa.

IHSG Review 06-12-2014

IHSG Review 06-12-2014

Minggu lalu saya melakukan kekeliruan analisa, karena lupa membahas tentang 2 gap besar di IHSG. Ketidakcermatan itu membuat hasil akurasi analisanya menjadi 'payah'. Walaupun posisi hitungan Elliot Wavenya tidak berubah, namun target resisten yang semestinya dengan mudah ditandai, justru tak berhasil ditebak gara-gara mengabaikan posisi 2 gap tersebut. Sebagai tambahan, gap merupakan pola teknikal yang penting dan sememangnya tidak boleh diabaikan. Oke sekian intermezzo permintaan maaf saya.

IHSG Review 29-11-2014

IHSG Review 29-11-2014

Kalaulah analisa teknikal itu bisa dibagi ke dalam 2 kelompok, maka kelompok pertama merupakan kondisi yang bisa terbaca, dan kelompok kedua merupakan kondisi yang sulit, atau bahkan tidak bisa, terbaca. Saat ini IHSG masuk ke dalam kondisi yang sulit dibaca.

Secara garis besar, gerakan IHSG masih in line dengan corat-coret grafik minggu lalu. Melanjutkan hitungan tersebut, maka IHSG sedang membentuk wave (1) minor dari wave V mayor. Seberapa tinggi target wave (1) minor ini tidak bisa diketahui, karena tidak ada literatur yang menuliskan itu. Dari pengalaman saya sendiri pun, wave 1 ini banyak pula variasi panjang-pendeknya. Maka dalam banyak kasus, praktisi teknikal jarang membahas soal wave 1 dan tiba-tiba sudah masuk wave 3 atau wave 5.

IHSG Review 22-11-2014

IHSG Review 22-11-2014

Dari IHSG Review minggu lalu :

Saat ini IHSG berada pada sub wave 4 dari wave koreksi minor (c) dari wave IV mayor. Dan akan muncul sub wave 5 turun untuk menyempurnakan hitungan wave ini. Target idealnya adalah 4960. Jika ternyata target ini tidak kena dan IHSG cukup tertahan di support 5027 seperti sekarang ini, lalu rebound, maka bisa dimaknai sebagai subwave 5 failure yang mengindikasikan trend bullish yang kuat.
Target ideal koreksi minor (c) di 4960 ternyata tidak tersentuh dan pasar lebih memilih level 5027 sebagai supportnya, yang mana itu berarti membentuk subwave 5 failure yang berindikasi bullish kuat. Dengan demikian, fase koreksi wave IV mayor pun berakhir sudah dan kita akan memasuki wave V mayor (plus dengan rangkaian wave-wave minornya) yang merupakan wave terakhir dari keseluruhan rangkaian impulsive wave.