Topik
stoploss sering dianggap sebagai topik yang kurang menarik dan tak membutuhkan pembahasan yang mendalam. Topik ini juga dipandang seperti setengah tabu, karena membincangkannya sama seperti hendak menyindir tentang sebuah sistem trading yang gagal.
Stoploss yang kena memang menandakan sistem trading yang gagal. Dan
stoploss yang berulang kali kena menandakan sistem trading yang butuh perbaikan serius. Saya sangat yakin ada banyak sekali trader di luar sana yang melakukan aktivitas trading tanpa pernah tahu dimana level
stoplossnya, padahal
stoploss inilah pengaman agar kegagalan dari sistem trading yang belum sempurna tidak berakibat parah ataupun fatal, sehingga ratio kecukupan modal tetap terjaga dan trader tetap bisa melanjutkan aktivitas tradingnya. (Baca juga :
Safety Precaution Dalam Trading Saham.) Yang menjadi soal di prakteknya adalah bahwa
stoploss ini pun sebenarnya bagian dari sistem trading juga. Artinya, sebelum
mengeset titik awal sebuah stoploss, trader harus sudah memahami benar-benar sistem trading yang dijalankannya agar kegagalannya menjadi sinyal buat stoploss. Pertanyaannya, apakah bisa mengeset
stoploss sedangkan sistem trading belum punya? Dimana titik ideal sebuah
stoploss ini?