Powered by Blogger.
Showing posts with label Aksi Korporasi. Show all posts
Showing posts with label Aksi Korporasi. Show all posts

Berburu Informasi Valid, Dimana?

Berburu Informasi Valid, Dimana?
Sekitar tahun 2003 silam, saya mengikuti pelatihan di Jakarta, dan saya sempatkan diri buat berkunjung ke Bursa Efek Jakarta, hanya untuk melihat BEJ itu seperti apa. Gedung dengan menara tinggi itu terlihat sangat megah, berdiri kokoh, seolah-olah gembira menyambut siapapun yang ingin mendalami dunia finansial. Saya naik ke lantai atas lewat lift (tapi saya sudah lupa lantai berapa). Sesampainya di lantai tersebut, saya lihat ada beberapa ruangan. Lewat jendela kaca yang sangat besar, saya bisa melihat ke bawah. Di situ terlihat lantai trading bursa dengan monitor besar terpampang di dindingnya berisikan pergerakan indeks dan saham. (Oh ya sudah lama sekali tak menginjakkan kaki di sana. Saya yakin sudah banyak sekali perubahan di BEJ yang sekarang bernama BEI.)

Di situ ada ruangan informasi seperti perpustakaan. Saya masuk dan bilang bahwa saya ingin bertanya-tanya soal investasi saham. Pegawainya meminta saya menunggu sebentar sambil menyilahkan saya duduk. Lalu datanglah seorang pria separuh baya. Dari sambutannya ia tampak sangat senang melihat saya yang masih muda begitu antusias investasi di saham. Karena kebanyakan anak muda yang dikenalnya terlalu fokus menjadi pegawai, mengejar gaji besar, dan sebagainya.

Oh ya, sebelumnya saya sudah mempersiapkan diri dengan materi-materi saham seadanya. Jangan biarkan diri kita kosong. Kalau ingin menggali ilmu dari seseorang, sedikit banyak kamu harus sudah kenal dengan ilmu yang hendak digali itu. Hingga tiba di wacana seputar informasi saham. Waktu itu saya berkeyakinan agar bisa berinvestasi dengan sukses, maka harus menggunakan informasi yang valid. Lalu si bapak sambil tertawa bertanya balik ke saya, "Yang dikatakan informasi yang valid itu seperti apa? Dan carinya dimana?" Saya terdiam. Saat itu saya kurang paham arah pertanyaannya dan kenapa ia sangat konsen soal itu. Ternyata memang ada sebab musababnya.

Saham Menarik vs Saham Tidak Menarik

Saham Menarik vs Saham Tidak Menarik
Memilih saham itu persis seperti memilih pakaian yang mau dipake. Tergantung mau dipake buat kemana, acara apa, jam berapa, musim apa, trendnya apa, dan sebagainya. Dengan mengumpulkan informasi-informasi tersebut, barulah lihat apakah ada pakaian yang memenuhi syarat untuk itu. Yang memenuhi syarat itulah pakaian yang menarik. Begitu pula di saham. Saham yang menarik adalah saham yang menarik minat investor untuk membelinya. Investor memilihnya berdasarkan kriteria yang ia inginkan. Kebalikannya adalah saham yang tidak menarik. Karena daya tarik sahamnya ini merupakan penilaian yang sangat subjektif, maka kita akan coba bahas apa saja kriteria saham menarik atau tidak menarik ini.

Valuasi BWPT Q2 2014

* Updated tanggal 18 Desember 2014 : Mohon maaf, karena postingan ini harus saya update. Banyak koreksi yang dilakukan terutama menghitung 'sedikit' kekeliruan dalam valuasi harga wajar sebelum dan sesudah terdilusi akibat penerbitan saham baru. Terima kasih.

Karena lagi pada heboh membahas soal BWPT yang katanya dipegang oleh grup Rajawali, grup yang pernah melambungkan saham SMMT sampai ke langit 7, maka banyak investor berkeyakinan bahwa selama grup Rajawali yang bermain, tidak usah cemas, karena pasti BWPT akan kembali terangkat, minimal 1-2 tahun ke depan. Saya sendiri tidak pernah menganalisa grup mana yang sedang pegang, karena pergantian grup ini seperti berganti jubah saja. So easy. So simple. Suatu saat jika Rajawali mengurangi kepemilikannya di BWPT, apakah lantas kita bisa protes? Tidak, kan? Makanya jangan pernah menggantungkan keputusan pada bandar. Keputusan ada di tangan kita sendiri.

Baiklah. Saya yang bodoh ini cuma bisa menganalisa secara fundamental abal-abal dan teknikal abal-abal. Karena semuanya serba abal-abal, saya pun masih terseok-seok hingga sekarang. Bukan karena analisanya, tapi karena saya kurang sabaran. :D