Powered by Blogger.
Showing posts with label Riba. Show all posts
Showing posts with label Riba. Show all posts

Saham = Riba? Iming-Iming, Mengukir Nama Di Udara

Saham = Riba? Iming-Iming, Mengukir Nama Di Udara
Saya sering menelaaah kisah sukses dan gagal para investor saham dengan tujuan mengambil hikmah atas keberhasilan dan kegagalan tersebut. Itu penting buat menginspirasi saya dalam menyusun strategi di bursa saham. Karena sering kali kita tak bisa melihat kelemahan diri sendiri, tapi kita mungkin bisa mempelajarinya dari kelemahan orang lain. Namun ada 1-2 kisah yang selalu membuat saya tak tahan untuk tidak membahasnya, yaitu kisah-kisah gagal para investor lalu menyalahkan bisnis saham dengan menyinggung-nyinggung soal syar'i, seolah-olah ingin mengatakan bahwa ini adalah bisnis yang haram dan membawa petaka kepada siapapun yang terjun di dalamnya. Berikut ini salah satu cerita yang saya temukan. Tanggapan atas cerita ini akan saya tuliskan setelahnya.

Kutulis kisah ini untuk segenap muslimah. Meskipun dengan menulisnya, hatiku semakin teriris-iris. Namun biarlah luka itu menganga, asalkan kalian tidak menjadi korban berikutnya.

Dulu… aku pernah merasakan bahagianya pernikahan. Aku mencintai suamiku, dia pun mencintaiku. Meskipun hidup pas-pasan, rumah tangga kami diliputi kedamaian. Suamiku orang yang pekerja keras. Ia berusaha mendapatkan tambahan penghasilan untuk bisa ditabung seiring Allah mengkaruniakan seorang buah hati kepada kami. Kami pun berusaha hidup qanaah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kami.

Transaksi Repo : Ketika Kodok Memutuskan Tinggal Di Dalam Ember - Bagian 2

Lanjutan dari Transaksi Repo : Ketika Kodok Memutuskan Tinggal Di Dalam Ember - Bagian 1

Berapa profit yang diperoleh jika aksi ini berhasil?
Profit yang diperoleh : (Rp3200 - Rp800) x 24,5 juta = Rp58.800.000.000,-

Net profit ini digunakan untuk membayar repo plus bunga yang jatuh tempo :
Rp58.800.000.000 - Rp27.855.520.000 = Rp30.944.480.000,-

Inilah profit di atas kertas. Tapi apakah cukup sampai di situ saja? Tentu saja tidak. Setelah menebus repo, maka emiten LBAY kembali memiliki 53,9 juta lembar sahamnya, utuh, tanpa kurang satu lembar pun. Harga sekarang sudah Rp3200 atau naik 300% dari harga awal setahun lalu. Apa saham ini mau disimpan? Bisa ya bisa tidak. Tapi biasanya saham ini akan dijual bertahap. Kita asumsikan ada 5 tahap dengan jumlah lembar saham yang sama dimana setiap tahapan itu punya batasan Auto Reject kiri sebesar 24.9%. Maka urutannya akan jadi sbb :

Transaksi Repo : Ketika Kodok Memutuskan Tinggal Di Dalam Ember - Bagian 1

Pembahasan soal repo ini sudah banyak dimuat di banyak blog dan media online. Kebetulan soal repo ini sangat rame dibahas tahun 2008 silam (baca di sini) dan menjadi topik panas ketika itu dimana harga saham berguguran yang diduga akibat gagal bayar repo. Saya hanya catatkan beberapa kata-kata kunci penting soal transaksi repo ini.

Riba Yang Tertukar

Riba Yang Tertukar
Saya kebetulan nemu cerita di bawah ini di beranda FB yang dishare oleh teman saya. Kisah ini sangat menggelitik rasa ingin tahu saya yang berlebihan. #lebay. Berikut ini tulisannya.

KISAH NYATA
(JANGAN DIPERDEBATKAN, SILAKAN AMBIL HIKMAHNYA)

Seorang teman bercerita kepada saya;

5 tahun yang lalu ia seorang yang kaya, pendapatan bersih perbulan dari usahanya naik turun di angka 50juta, pernah beberapa kali mencapai 100juta! Umurnya masih muda sekitar 40tahun, sholatnya selalu diawal waktu, ia sebisa mungkin berjamaah, tapi kalaupun tidak ia berusaha diawal waktu, sholat malam dan dhuhanya rutin, sangat berbakti kepada orang tua, istrinya cantik berjilbab dan umurnya jauh dibawahnya. Oh ya hampir lupa, sedekah itu nafas baginya, ia sangat ringan tangan.