Awal tujuan menilai korelasi antar saham / antar indeks / antar saham-indeks adalah dalam rangka mencari analisa pendukung. Logika di balik analisa ini tidak sulit. Biasanya naik turunnya saham itu sering berbarengan satu sama lain, walaupun tidak selalu seperti itu. Yang paling kentara itu pada indeks saham, dimana jika indeks Dow merah merona, maka esoknya IHSG diprediksi akan ikut merah merona juga. Adanya interkoneksi antara bursa yang satu ke bursa yang lain dipercaya menjadi alasan kuat kenapa indeks saham luar, terutama Dow, Eropa, HangSeng, dan Nikkei, selalu dipantau. Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk memprediksi pergerakan IHSG, yang pada ujungnya dihubungkan lagi untuk memprediksi pergerakan saham-saham BEI. Model analisa seperti ini dikenal sebagai Top Down Analysis.
Showing posts with label TA. Show all posts
Showing posts with label TA. Show all posts
Home » Posts filed under TA
Panic Selling, Apa Yang Harus Dilakukan?
Selamat sore semua. Setelah sekian lama vakum tidak menulis, alhamdulillah saya bisa kembali menulis. Semoga sobat trader makin cerdas, makin canggih, dan makin jeli dalam menangkap momentum-momentum pasar. Terlalu banyak yang terjadi di situasi kehidupan saya, sehingga terpaksa rehat cukup lama. Beberapa waktu lalu ada kejadian yang nampaknya cukup menarik buat dibahas tentang kondisi pasar tanggal 28 Januari 2026, dimana IHSG jeblok -7,35%. Sekalipun saya rajin memantau kondisi pasar, saya juga tidak tahu penyebab rontoknya IHSG saat itu. Apakah harus kita tahu apa penyebabnya? Kalaulah penyebabnya memang murni masalah bencana alam, ekonomi, dan geopolitik, ya tentu kita wajib tahu. Selain daripada itu, saya yakin para pelaku pasar baru tahu penyebab rontoknya IHSG setelah mencari info soal MSCI. Tak usahlah saya membahas lagi apa dan kenapa, karena memang sudah banyak situs berita yang membahas itu. Tak kurang juga banyak pawang saham turun gunung buat membahas detil permasalahan. Tapi yang kita semua tahu pasti adalah semua informasi itu selalu datang terlambat. (Baca juga : Berharap Pada Informasi Yang Selalu Datang Terlambat). Tak ada wanti-wanti soal MSCI ini sebelumnya kan? Namun, coba kita ulik sedikit soal petanda sebelum semua ini terjadi.
Berburu Jawaban Di Balik Misteri Support dan Resisten
Setidaknya ada 3 hal yang paling banyak ditanyakan orang seputar saham, yaitu : harga wajar saham, sinyal beli-jual, dan support-resisten (S/R). Ada banyak sekali studi tentang menghitung S/R. Beberapa di antaranya sbb :
Saya tidak mengulas satu per satu tentang cara di atas. Kamu bisa mempelajarinya sendiri. Di sini yang hendak saya sampaikan adalah cara di atas masih sangat bisa diturunkan ke beragam cara, sehingga ada banyak sekali varian-variannya. Belum lagi kalau cara yang satu dikombinasikan dengan cara lain, plus varian-variannya. Alhasil, akan ada banyak sekali cara menghitung S/R ini. Akurasi S/R menjadi penyebab kenapa ada banyak varian yang muncul. Biasanya studi yang khusus mendalami soal S/R ini menggunakan rumusan yang rumit. Rumit tidaknya sebuah rumusan S/R sangat tergantung dengan logika berfikir si pembuat sistem. Pola pikir yang kamu anut sangat mempengaruhi model perhitungan S/R seperti apa yang bakalan kamu pilih.
- Menghubungkan titik H ke H dan titik L ke L
- Menggunakan Fibonacci
- Menggunakan Peak and Trough
- Menggunakan nilai H tertinggi dan nilai L terendah mingguan dan bulanan
- Menggunakan Pivot point
- Menggunakan interval
- Menggunakan pola
- Menggunakan angka bulat di order book, misalnya 600, 700, 1500, 21000, dan sebagainya.
- Menggunakan Moving Average
- Menggunakan gap harga
- Menggunakan posisi ganjalan di bid dan offer
- Dan sebagainya
Saya tidak mengulas satu per satu tentang cara di atas. Kamu bisa mempelajarinya sendiri. Di sini yang hendak saya sampaikan adalah cara di atas masih sangat bisa diturunkan ke beragam cara, sehingga ada banyak sekali varian-variannya. Belum lagi kalau cara yang satu dikombinasikan dengan cara lain, plus varian-variannya. Alhasil, akan ada banyak sekali cara menghitung S/R ini. Akurasi S/R menjadi penyebab kenapa ada banyak varian yang muncul. Biasanya studi yang khusus mendalami soal S/R ini menggunakan rumusan yang rumit. Rumit tidaknya sebuah rumusan S/R sangat tergantung dengan logika berfikir si pembuat sistem. Pola pikir yang kamu anut sangat mempengaruhi model perhitungan S/R seperti apa yang bakalan kamu pilih.
Anak Tiri vs Anak Kandung
Tulisan ini mungkin akan terkesan seperti curcol (curhat colongan). Saya memang hobi memperhatikan fenomena dan tingkah polah pelaku pasar saban harinya, seperti tontonan menarik yang tidak habis dibahas berjam-jam lamanya. Fenomena anak tiri dan anak kandung merupakan fenomena yang terjadi pada saham satu sektor, namun pergerakannya berbeda 180 derajat. Yang satu naik, sedangkan yang satu lagi turun. Kenapa? Apakah ini karena pengaruh fundamental? Tidak juga, karena tak jarang yg naik itu justru yang fundamentalnya jelek. Apakah mungkin karena valuasi? Karena masih murah mungkin? Bisa iya, bisa tidak, tapi yang jelas pergerakan harganya tidak sama seperti teman-temannya dalam satu sektor.
USD/IDR 08-06-2015
Grafik USD/IDR membentuk terminal wave dimana posisi sekarang ini berada di Minor wave 3 of Intermediate wave (5) of Primary wave ((5)) of Cycle wave V. Puncak wave 3 ini kemungkinan berada di 13330. Untuk wave 5, ada 3 kemungkinan pola yang bisa terbentuk, tapi saya belum akan mengulasnya hari ini. Disclaimer on.
Banyak Pungguk Merindukan Bulan
Ada satu kebiasaan unik yang selalu dijumpai di pasar saham. Ketika indeks turun dan harga anjlok tajam, maka mendadak muncul rekomendasi-rekomendasi dadakan yang mengatakan "Kalau ASII turun ke 5000, ambil saja. Ga usah pake mikir." Atau "Kalau LSIP turun ke 900, isi porto 100% LSIP deh." Atau "Kalau SMGR 9000, bakalan borong sebanyak-banyaknya. Kalau perlu, jual tanah dan rumah, belikan semua ke SMGR." Rekomendasi-rekomendasi itu muncul pada pertengahan tahun 2014 dimana IHSG ambruk -6% dari 5262 ke 4900. Level-level tersebut merupakan level-level support terendah saham-saham tersebut sebelum rebound pada awal tahun 2014 lalu. Jadi memang penilaiannya sangat teknikal sekali. Ini memang bukan cara yang salah dalam menyikapi saham yang turun, tapi tak bisa dibilang benar karena dengan melakukan cara itu, samalah kita seperti pungguk yang merindukan bulan, yang menunggu bulan turun untuk menyapanya.
Safety Precaution Dalam Trading Saham
Deddy Corbuzier, seorang mentalist asal Indonesia, pernah menyampaikan nasehat pada peserta di acara The Next Mentalist yang digelar di Trans7, bahwa safety precaution di permainan apapun harus dipersiapkan. Nasehat itu ia berikan setelah ia merasa sangat kecewa dengan penampilan Ardi Miller, yang tangannya tertembus paku yang ditembakkan dari nail gun saat melakukan aksi sulap di atas panggung. Tampaknya rencana awal adalah menembakkan paku ke tangan seorang sukarelawan, Marisa. Dan jika aksi tersebut berhasil, tentu akan jadi prestasi gemilang buat Ardi. Tapi entah kenapa rencana berubah dan ia menembakkan paku itu ke tangannya sendiri... membawa petaka buat dirinya sendiri.
Deddy menanyakan alasan gagalnya aksi tersebut ke Ardi. Ardi menjawab, bahwa sebenarnya tidak ada trik apapun di situ. Ia hanya harus menghafal dimana slot paku yang kosong, tapi celakanya ia lupa, sehingga saat ia menembakkan paku tersebut ke tangannya, itu benar-benar aksi untung-untungan. Dan tangannya pun tertembus paku.
Deddy menanyakan alasan gagalnya aksi tersebut ke Ardi. Ardi menjawab, bahwa sebenarnya tidak ada trik apapun di situ. Ia hanya harus menghafal dimana slot paku yang kosong, tapi celakanya ia lupa, sehingga saat ia menembakkan paku tersebut ke tangannya, itu benar-benar aksi untung-untungan. Dan tangannya pun tertembus paku.
IHSG 04-10-2014
Seperti yang saya jelaskan pada postingan IHSG minggu lalu, pola seperti saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Memang support ideal IHSG berada pada 491x, tapi biasanya ini terjadi pada fase koreksi mayor A-B-C. Pernah juga terjadi pada koreksi wave 4 mayor, tapi memang saya belum pernah menemukan terjadi pada koreksi wave minor. Karena itulah pagi ini saya mencoba lakukan hitungan ulang, untuk mengecek apa ada kemungkinan pola yang lain, tapi hasilnya nihil. Alhasil, memang seperti inilah hitungan yang paling mendekati dengan teori yang saya pelajari.
IHSG 28-09-2014
Penurunan IHSG pada hari Jum'at kemaren membentuk pola yang kurang nyaman. Menurut penilaian saya, IHSG bergerak di minor wave (3) dari wave V, sehingga kalau berharap sebuah koreksi besar, secara teori Elliot Wave yang saya pahami, belum saatnya terjadi. Hanya saja saat ini hasil hitungannya jadi agak rumit karena muncul downbreakout yang tak diharapkan. Saya akan jabarkan satu per satu.
ERAA 14-09-2014
ERAA. Secara pola yang terbentuk, saya tak bisa menghitung targetnya. Jadi kita gunakan pendekatan lain. Ada pola three rising valley. Pola ini biasanya muncul pada kondisi menjelang rally. :D Dan stochastic oversold. Cuma itu saja petunjuk yang kita punya saat ini. Oh ya, hari Kamis lalu asing banyak mencatatkan aksi beli bersih ERAA (silahkan cek tabel FNBS.. ups, sori tampaknya ERAA tidak masuk LQ45.).
| 11/09/2014 | 12/09/2014 | 5d Avg | |
| ERAA | 441.770.000 | 12.490.000 | 149.736.000 |
Tidak ada yang menarik dari fundamental ERAA, selain valuasinya yang sudah murah. Hmm.. kita lihat sajalah nanti. ERAA layak dipantau. Buy if di 1216.
BSDE 14-09-2014
BSDE tutup hanya terpaut 1 angka di atas triggernya. Ini masih mengindikasikan keragu-raguan. Candle ditutup doji, itu pun meragukan. Entah apa maksudnya. Secara teknikal memang banyak bermunculan potensi-potensi rebound, tapi semua serba meragukan, mulai dari pola stochastic s/d volume dan candle. Sementara ini mungkin saya memilih untuk menghindari BSDE. DISCLAIMER ON.
Fundamental atau Teknikal?
Ketika terjun ke dunia saham pertama kali, mana yang akan kamu pilih : belajar fundamental dulu atau belajar teknikal dulu? Saya pikir jawabanmu akan sama dengan saya : belajar teknikal dulu. Alasan utamanya adalah lebih simpel dan tidak ribet seperti analisa fundamental. Dibandingkan analisa fundamental yang banyak menggunakan ratio-ratio ini itu, analisa teknikal cukup menggunakan indikator, candlestick, dan volume. Itu pemikiran pertama kali. Dan setelah dijalani bertahun-tahun, sebagian dari teknikalis itu menyerah dan memutuskan untuk belajar fundamental. Sedangkan fundamentalis hanya sedikit sekali yang memilih mempelajari teknikal. Kalaupun ada, biasanya hanya menggunakan teknikal yang umum-umum saja.
10 Langkah-Langkah Analisa Teknikal dari John Murphy
John Murphy adalah seorang praktisi analisa teknikal yang bergabung dengan Stockcharts.com sebagai kepala analisa teknikal di sana. Sebelumnya, John merupakan analis buat CNBC-TV selama 7 tahun dalam sebuah acara yang populer, Tech Talk, dan telah menerbitkan 3 buku best seller dengan judul Technical Analysis of the Financial Markets, Trading with Intermarket Analysis dan The Visual Investor.
SMGR 03 September 2014
SMGR gagal menyentuh target penurunan yang saya tandai. Analisa saya salah? Baguslah kalau salah. Artinya saya bisa ambil posisi kebalikannya. Kalau gagal menyentuh target turun, saya bisa artikan bahwa ada pasukan banteng besar yang menghadang.
Dengan grafik candlestick, saya susah membaca pola yang terbentuk di SMGR, apalagi ada candle besar dengan ekor panjang ke bawah yang tak jelas. Karena itu saya coba switch ke grafik garis. Grafik model ini biasanya saya gunakan kalau grafik candlestick rada susah dimengerti.
GJTL Update Target 27 Agustus 2014 + Valuasi GJTL Q2 2014
Saya berharap GJTL membentuk pola akumulasi, tapi tampaknya sekarang ini posisi GJTL malah makin sulit. Asing terus menerus membuang saham ini dan itu bisa dimaklumi. GJTL membukukan penurunan kinerja yang signifikan, turun nyaris tanpa perlawanan sejak tahun 2012 s/d sekarang.
KWLU 2012 vs 2013 vs Q2 2014 (tahun) : 4.4 vs 7.0 vs 9.3
LUAN 2012 vs 2013 vs Q2 2014 (%) : 54 vs 42 vs 25
LUAH 2012 vs 2013 vs Q2 2014 (%) : 16 vs 12 vs 8
MAPI 20 Agustus 2014 (Hit Target)
Kudu sudah mulai hati-hati. Tutup di 5850 kurang begitu bagus menurut saya. Disclaimer on.
Artikel sebelumnya bisa dilihat di sini : http://saham-ceria.blogspot.com/2014/08/mapi-18-agustus-2014.html
| |
This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.
|
MAPI 18 Agustus 2014
MAPI sebenarnya dalam posisi yang tak begitu bagus karena masih di area downtrend. Melewati garis hijau MAPI akan berada di area rawan koreksi. Posisi saat ini pun juga rawan koreksi, tapi dinilai dari volumenya tampaknya masih ada peluang buat naik walaupun tidak jauh. Target resisten ada di area 5914-6094, tapi saya lebih suka konservatif dengan memilih target antara 5850-5900. Asing mencatatkan net buy cukup besar di MAPI, tapi itu tidak bisa dijadikan acuan, karena dari pengalaman net buy asing di MAPI malah bisa jadi petanda saham ini akan longsor. Jadi buat yang mau trading di MAPI, harus ketatkan di penilaian TA dan FA, tanpa dibantu indikator FNBS (foreign net buy sell).
| |
This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.
|


















