Powered by Blogger.
Showing posts with label Serial Sun Tzu. Show all posts
Showing posts with label Serial Sun Tzu. Show all posts

IV. Pertimbangan-Pertimbangan Taktis : 5 (Lima) Aturan

"Militer memiliki 5 aturan, yaitu pertama, pengukuran; kedua, perkiraan jumlah; ketiga, kalkulasi; keempat, keseimbangan kesempatan-kesempatan; kelima, kemenangan. Pengukuran terhadap bumi. Perkiraan jumlah terhadap pengukuran. Kalkulasi terhadap perkiraan jumlah. Keseimbangan kesempatan-kesempatan terhadap kalkulasi. Dan kemenangan terhadap keseimbangan kesempatan-kesempatan." Sun Tzu

Pengukuran
Sebagaimana perang yang sesungguhnya, bursa saham pun sarat dengan berbagai pengukuran. Ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran riil tentang situasi dan kondisi pasar. Secara teknikal, kamu bisa menilai trend pasar lebih dahulu untuk mengukur situasi medan, mengukur target support / resisten untuk memperkirakan berapa potensi risk dan rewardnya, menilai volume untuk mengukur kekuatan pasar, dan sebagainya.

Secara fundamental, mungkin kamu akan lebih tertarik buat meneliti kondisi keuangan per emiten untuk mengukur kemampulabaan masa depannya. Kemudian membandingkannya dengan kondisi pasar yang tengah terjadi, laju inflasi, suku bunga dan sebagainya, untuk mendapatkan perkiraan berapa valuasi yang pantas dibayarkan pada hari ini.

Dan sudah semestinya pengukuran ini hendaknya bersifat objektif dengan memasukkan sedikit saja unsur subjektif. Subjektivitas tetap diperlukan dalam memutuskan perkara yang meragukan. Spekulasi itu sudah pasti, namun dengan didukung data-data yang valid, maka diharapkan resiko kegagalan spekulasi bisa diantisipasi.

IV. Pertimbangan-Pertimbangan Taktis : Kemenangan Sebelum Peperangan

"Dalam peperangan, ahli strategi yang sukses hanya mencari pertempuran setelah kemenangan diraih. Pemimpin yang sempurna akan memupuk semangat, ketat dan disiplin dalam menjalankan metode. Dengan begitu, di bawah kekuasaannya lah kesuksesan bisa dikendalikan." Sun Tzu

Dalam nasehat bijak Sun Tzu di atas ini terdapat kalimat-kalimat yang agak rancu digunakan. Contohnya setelah kalimat "mencari pertempuran setelah kemenangan diraih", sebenarnya ada kalimat lanjutan "padahal ia yang ditakdirkan untuk mengalahkan pertempuran pertama dan setelah itu mencari kemenangan." Saya kurang begitu paham apa maksud dari kata "ditakdirkan" di sini. Karena itu kalimat ini saya abaikan saja, karena tidak akan mengubah makna tafsiran yang sebenarnya. Yang dimaksudkan di sini adalah bahwa seorang ahli strategi yang handal baru akan bertempur setelah ia bisa 'melihat' kemenangan itu. Satu-satunya cara untuk bisa melakukan itu adalah dengan menyusun rencana secara cermat, mengeksekusinya tanpa melakukan kesalahan sedikitpun, dan menempatkan posisinya pada tempat yang sulit, atau bahkan mustahil, untuk dikalahkan. Jika belum bisa menyusun siasat tapi sudah buru-buru melancarkan serangan membabi-buta, maka kemenangan akan semakin menjauh.

IV. Pertimbangan-Pertimbangan Taktis : Ketajaman Fikiran

"Melihat kemenangan saat tanda-tandanya sangat nyata (jelas) bukanlah suatu hal yang hebat. Untuk mengangkut daun musim gugur tidak memerlukan kekuatan yang besar. Untuk melihat matahari dan bulan tidak menandakan mata yang tajam. Untuk mendengarkan guntur di langit tidak menentukan ketajaman pendengaran. Maka prajurit yang baik meraih kemenangan dengan cara tidak membuat kesalahan dan menempatkan diri mereka pada posisi yang menang." Sun Tzu

Masing-masing kita punya kelebihan dan kekurangan. Itu tak perlu diperdebatkan, pun tak perlu diherankan. Semua kelebihan dan kekurangan itu bukan untuk dipertontonkan layaknya film box oficce di layar bioskop, melainkan untuk dicatat, diperbaiki, dan dipahami oleh diri sendiri agar menjadi lebih baik. Kamu harus membiasakan diri untuk diam dan kerjakan, tanpa harus berkoar-koar ke sana kemari berharap orang lain tahu apa yang sedang kamu kerjakan. Jika kamu tepat mengerjakan ini, percayalah, kamu butuh waktu lebih lama untuk menjelaskan dimana titik entri, exit, berapa target koreksi, target rally, dan sebagainya, bukan dengan gaya analisa sekejap dengan prakiraan titik-titik penting yang seadanya, padahal itu semua butuh perhitungan yang relatif tidak sebentar. Jangan lakukan analisa instan, analisa cepat, malah ada yang dalam hitungan detik. Itu hanya akan menjadi bumerang yang bisa melukai dirimu sendiri. Jika sudah paham, maka duduk, diam, dan perhatikan.

Seorang jenderal yang cerdas akan selalu menyimpan rahasianya rapat-rapat, memiliki jurus serangan yang kuat dan cepat, sehingga sukar untuk ditaklukkan. Cepat bukan berarti ia melakukannya dengan buru-buru, melainkan tepat melakukan pada saat momentum itu tiba, tanpa ragu-ragu, dan tanpa berpikir 2x lagi. Dan kamu tidak akan pernah tahu (atau mungkin tidak akan mau tahu) berapa banyak waktu yang dihabiskannya hanya untuk menyusun rencana dan berapa banyak waktu yang dikorbankannya hanya untuk menunggu momentum seperti itu.

IV. Pertimbangan-Pertimbangan Taktis : Pertahanan

"Prajurit yang baik di zaman dahulu menempatkan diri mereka pertama-tama di luar kemungkinan untuk kalah dan kemudian menunggu hingga datangnya kesempatan untuk mengalahkan musuh. Oleh karena itu, petarung yang baik dapat melindungi diri dari kekalahan tetapi tidak dapat memastikan apakah dapat mengalahkan lawan." Sun Tzu

Sebagai trader atau investor, kita bukanlah dalam posisi yang dapat mengendalikan pasar. Kita hanya dapat mengendalikan apa yang kita kerjakan. Kita dapat mendeteksi adanya potensi meraih kemenangan, atau mewujudkan kemenangan, namun kita tidak bisa memproduksi kemenangan itu karena segala sesuatu tergantung pada keputusan pasar, yang mana kita tak punya andil apa-apa di situ selain daripada disiplin terhadap pekerjaan kita sendiri. Sebagai contoh, ketika pelaku pasar memantau hasil keputusan The Fed yang katanya akan menaikkan rate awal September 2015 lalu, dollar naik dengan perkasa, dan saham pun terdevaluasi sebagai antisipasi investor terhadap rugi kurs dan beban kewajiban emiten yang membengkak akibat berhutang dalam dollar. Antisipasi ini melahirkan dua ekspektasi yaitu pertama, jika rate benar-benar dinaikkan, maka dollar akan semakin perkasa, dan kedua, jika rate batal dinaikkan, maka dollar akan turun. Yang terjadi kemudian adalah rate batal dinaikkan dan dollar tetap naik dengan perkasa. Ini yang saya sebut bahwa kita bukanlah dalam posisi yang bisa mengendalikan pasar.

III. Menyusun Rencana : Mengenali Diri Sendiri dan Lawan

"Ada 5 esensi kemenangan : 1. Ia yang mengetahui kapan waktunya untuk bertarung dan kapan untuk tidak; 2. Ia yang mengetahui bagaimana caranya mengendalikan kekuatan superior dan inferior; 3. Ia akan menang bila telah dulu bersiap untuk menyerang yang belum siap; 4. Ia akan menang bila pasukannya dimotivasi dengan tujuan yang sama; 5. Ia akan menang bila memiliki kapasitas militer yang memadai dan tidak diganggu oleh campur tangan penguasa." Sun Tzu

Seorang jenderal yang cerdas akan mengetahui apakan ia akan menang, kalah, atau seimbang, bahkan sebelum peperangan itu dimulai. Ia mempelajari musuhnya, persis seperti ia mempelajari dirinya sendiri. Sedemikian detilnya sampai dia bisa mengetahui apa keinginan musuhnya itu, dan memprediksi kemungkinan langkah apa yang akan diambilnya nanti. Itu bisa dilakukan asalkan ia telah lebih dulu mengenali siapa dirinya, apa yang dia punya, apa yang tidak, apa yang menjadi kelebihannya, dan apa yang menjadi kekurangannya. Di atas ada 5 esensi kemenangan yang menjadi sinyal apakah kita bisa menang dalam peperangan atau tidak. Kita akan bahas satu per satu.

III. Menyusun Rencana : Strategi dan Target

"Paling baik menguasai negara musuh seluruhnya atau seutuhnya. Lebih baik menangkap satu kesatuan prajurit daripada menghancurkannya, menguasai satu resimen atau satu perusahaan daripada menghancurkannya." Sun Tzu

Filosofi ini mengajarkan bahwa apa-apa yang nanti dirampas dari musuhmu lebih baik dimanfaatkan ketimbang dihancurkan. Targetmu adalah menguasai saham dengan detil yang sempurna, agar pergerakannya nanti bisa dipahami. Biarkan pelaku pasar merilis isu dan rumor. Biarkan analis menulis analisa yang 'keliru' atau bahkan abal-abal. Biarkan trader-trader membuat testimoni sendiri, interpretasi sendiri, yang bakalan menjebak diri mereka sendiri dan orang lain yang membacanya. Tak usah dibantah. Sangat mungkin mereka pun telah membaca data yang sama denganmu, tapi mereka memberikan pemahaman yang jauh berseberangan darimu, dan tak jarang yang kelewat melenceng. Mereka tak pernah mau belajar, apalagi mengoreksi, karena mereka terlalu sibuk untuk berkomentar dan pamer. Biarkan saja. Tak perlu dibantah. Itulah 'musuh-musuhmu'. Tak usah dihancurkan, karena lebih baik kamu diam saja dan membiarkan pasar bergerak sesuai prediksimu tanpa diketahui oleh siapapun. Samalah itu dengan memanfaatkan kekuatan lawan untuk memperoleh kemenangan sejati. Keberadaan mereka justru membuatmu semakin kuat dan tak tersentuh, karena opini publik sudah bergeser ke mayoritas yang keliru (crowded), sedangkan kamu kokoh sebagai minoritas yang cerdas (smart money). Ketika nanti semua mata mengarah padamu, kamu pun tetap tak tersentuh karena tak ada cara lain untuk mempelajari strategimu sebelum mereka menghancurkan strategi mereka sendiri dan memulai semua dari nol kembali... sesuatu yang hampir mustahil akan mereka lakukan.

II. Konflik : Penghargaan (Reward)

"Jenderal yang bijak tidak hanya membuat lapar musuh-musuhnya, tetapi juga penghargaan bagi prajuritnya dengan hasil-hasil kemenangan." Sun Tzu

Kita bukanlah dalam posisi yang bisa mengendalikan pasar. Alih-alih mengendalikan, justru kitalah yang paling sering dikendalikan pasar. Kita harus memilih berdiri di posisi siapa, buyer atau seller. Jika memang buyer lebih kuat, masuklah ke dalam pasar. Tapi jika seller yang lebih kuat, menyingkirlah dari pasar. Biarkan jenderal-jenderal itu bertempur dengan strategi yang sangat sulit dipahami oleh awam. Tugas kita untuk menandai siapa yang kemungkinan akan jadi pemenang. Percaya atau tidak, bahkan untuk menandai mana yang akan menang pun sama sulitnya dengan berperang itu sendiri.

II. Konflik : Kontrarian

"Saat laskar perang bertempur dalam pertarungan nyata, bila kemenangan masih jauh untuk diraih, senjata-senjata para prajurit akan menjadi tumpul dan antusiasme mereka pun menurun." Sun Tzu

Kontrarian merupakan sebutan untuk mereka yang sedang melawan arus. Tapi dalam definisi perang ala Sun Tzu, kontrarian diartikan sebagai mengambil keputusan yang berlawanan dari keputusan lawan. Jika lawan terlalu kuat, maka kita bersiap-siap mundur, bukan memaksakan diri untuk lanjut bertempur. Jika lawan sudah mulai melemah, maka kita siap-siap menyerang. Strategi perang Sun Tzu ini lebih mengedepankan konsep "kalau ada cara untuk menang tanpa berperang, maka prioritaskanlah itu." Kecuali memang tidak ada cara lain lagi dan terpaksa harus berhadap-hadapan. Tulisan ini akan akan menjelaskan apa yang dimaksudkan dalam bab konflik ini.

I. Peta Situasi : Antisipasi

"Semua peperangan berdasarkan tipu daya. Bila kamu kuat, bersikaplah seolah-olah kamu lemah dan berbuatlah sesuatu yang menjanjikan untuk mendorong musuhmu melakukan apa yang kamu harapkan. Bila lawanmu lebih superior, menghindarlah!"
Sun Tzu

Di medan perang, tipu daya itu tak terhindarkan. Mungkin istilah tipu daya di sini terdengar sangat licik, tapi saya akan kasi gambaran sedikit tentang tipu daya ini.

Ada sekumpulan hewan di hutan. Ada kelinci, kancil, monyet, dan sebagainya. Lalu tiba-tiba muncul musang besar yang merampas semua persediaan makanan di situ. Siapa yang melawan akan dihajarnya. Dalam situasi yang tak menguntungkan itu, kancil memberanikan diri untuk menantang musang.

Dia berkata, "Hai musang, aku datang untuk menantangmu."

Musang menjawab, "Kau? Menantangku? Bwahahahaa.."

"Ya benar. Aku menantangmu. Kalau aku bisa menunjukkan padamu bahwa bulan itu ada 2, berarti kau kalah dan harus mengembalikan yang kau rampas itu dari kami!" tantang si kancil.

I. Peta Situasi : Mengukur Medan Perang - Bagian 2

Tanah

"Tanah atau bumi berarti menafsirkan situasi dalam cakupan waktu, jarak, kemudahan perjalanan dan bahaya."
Sun Tzu

Struktur jalan ini ada banyak macam. Ada yang tersusun dari tanah keras, ada yang dari bebatuan kerikil, ada yang dari pasir, ada yang harus melewati lembah dan air, ada yang harus melewati padang rumput yang luas. Di saham ini berarti harus menandai apa jenis saham tersebut, apakah termasuk growth stock, cyclical stock, mature stock, defensive stock, dan sebagainya.

I. Peta Situasi : Mengukur Medan Perang - Bagian 1

"Perang atau konflik dapat diukur dengan lima cara, yaitu jalan, cuaca, tanah, kepemimpinan, dan disiplin."
Sun Tzu

Kamu tidak dapat memenangkan pertempuran, kecuali kamu sudah lebih dulu mengukur medan perang tersebut, seberapa besar dampaknya, dan seberapa besar hasil yang bisa diperoleh nantinya. Di investasi dikenal sebagai risk dan reward.

Jalan
"Jalan atau aturan membuat orang menyetujui pimpinannya sehingga mereka mengikutinya tanpa mempedulikan bahaya."

Ini menyangkut rule of play di pasar modal. Aturan-aturan ini, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, digunakan untuk menciptakan pasar yang efisien, sehingga pelaku pasar akan setuju dengan sendirinya ketika berhadapan dengan aturan-aturan tersebut. Ini seperti mengatakan bahwa sebuah saham sudah oversold dan pasar bisa menerima itu.

I. Peta Situasi : Memaknai Perang

"Perang atau aksi militer adalah kepentingan vital terhadap satu bangsa atau negara. Perang adalah masalah kelangsungan hidup, tentang kehidupan dan kematian, keselamatan atau kehancuran. Oleh karena itu, kita harus mempelajarinya dan memahaminya." Sun Tzu

Pada dasarnya, bursa itu dimaknai sebagai tempat berjual-beli (pasar). Namun, dalam prakteknya bursa itu menjadi medan pertempuran bagi sesama trader/investor. Konsep-konsep ekonomi tidak cukup hanya dipahami dalam skala nasional, tapi juga global, sehingga mau tidak mau kamu harus mempelajari setiap aspek dari sistem ini agar bisa sukses di dalamnya.