IHSG sedang berada di
Intermediate wave (3) of Primary wave ((3)) of Cycle wave V. Memang tidak selalu
primary wave itu akan terpecah menjadi beberapa
intermediate wave. Dasar pertimbangan munculnya
intermediate wave ini adalah dari pengukuran panjang
wave mulai tanggal 23 Januari 2017. Itu merupakan
bottom dari
primary wave ((2)). Maka panjang wave 3 umumnya 100-161.8% wave 1. Kalau beruntung, wave 3 ini bisa lebih panjang lagi. (Catatan : dari teori Neowave, panjang wave 3 boleh sama dengan wave 1, tapi wave 3 tidak boleh menjadi yang terpendek.) Nah, panjang wave yang terbentuk baru 61.8%. Berarti masih terbuka peluang untuk naik. Minggu lalu saat saya tulis bahwa besar kemungkinan untuk konsolidasi ketimbang koreksi, itu dengan mempertimbangkan bahwa target resisten yang mau dikejar itu masih jauh. Dan konsolidasi adalah pilihan yang lebih masuk akal ketimbang koreksi. Konsolidasi itu juga menjadi alasan kuat bahwa
primary wave ((3)) ini (sebaiknya) bakalan terpecah menjadi
5 intermediate wave dan sekarang sudah berada di
intermediate wave (3). Mungkin yang jadi pertanyaan di sini adalah apakah karena ini wave (3), lantas kita langsung yakin bahwa rally masih akan berlanjut? Bagaimana jika ini bukan wave (3) (ingat, sudah lazim hitungan wave harus direvisi jika ada kesalahan)? Apakah masih yakin target resisten masih segitu? Maka jawaban sederhananya, dengan banyaknya kemungkinan pecahan-pecahan wave ini, memang tak ada cara yang benar-benar jitu buat memastikan wave yang sedang berlangsung. Tak jarang wave baru terbaca setelah terbentuk
reversal yang artinya sudah telat. Karena itu, dalam menerapkan Elliot Wave mestilah dibantu dengan metode/indikator lain. Jangan berdiri sendiri. Jika konsep teorinya tepat, maka meskipun urutan wave-nya meleset, tapi target tetap tidak berubah.