"Apa bedanya orang pintar dengan orang bodoh?" Orang pintar biasanya dipahami sebagai orang yang memiliki IQ lebih tinggi, berkebalikan dengan orang bodoh. IQ sendiri merupakan standard penilaian terhadap kecerdasan manusia. Sekitar 2/3 populasi manusia berada pada IQ 85-115. Jika kamu punya IQ 130, maka bisa dikatakan kecerdasanmu di atas rata-rata. Namun, dalam prakteknya penilaian atas IQ hanya sebagai perangkat diagnostik saja. Jika ditemukan IQ di bawah 80, maka kudu cari tahu apa penyebab gangguan berfikirnya. Kecerdasan itu sendiri tak cukup diukur sebatas IQ saja. Kita butuh lebih dari sekedar IQ.
Bursa saham tak sekedar pertemuan antara si pembeli dengan si penjual, tapi juga pertemuan antara si jenius dengan si jenius yang lain. Banyak di antaranya terlahir dengan IQ yang tinggi, bakat alami mengelola keuangan yang diperoleh dari ayah/ibunya, memiliki guru-guru teknikal yang mumpuni, dan tentunya sebuah grup kecil yang selalu meluangkan waktu untuk membahas fundamental saham dan lainnya. Saya dan kamu hanya seperti orang-orang kecil yang mencoba menantang mereka di pasar saham dengan kemampuan terbaik yang kita punya, dengan IQ moderat, tanpa perangkat yang canggih, tanpa informasi yang lengkap, tanpa modal yang besar. Akui saja, banyak di antara kita yang belajar tanpa guru, kan? Lantas, bagaimana cara kita memenangkan pertarungan ini? Ada jalan tikusnya.
Bursa saham tak sekedar pertemuan antara si pembeli dengan si penjual, tapi juga pertemuan antara si jenius dengan si jenius yang lain. Banyak di antaranya terlahir dengan IQ yang tinggi, bakat alami mengelola keuangan yang diperoleh dari ayah/ibunya, memiliki guru-guru teknikal yang mumpuni, dan tentunya sebuah grup kecil yang selalu meluangkan waktu untuk membahas fundamental saham dan lainnya. Saya dan kamu hanya seperti orang-orang kecil yang mencoba menantang mereka di pasar saham dengan kemampuan terbaik yang kita punya, dengan IQ moderat, tanpa perangkat yang canggih, tanpa informasi yang lengkap, tanpa modal yang besar. Akui saja, banyak di antara kita yang belajar tanpa guru, kan? Lantas, bagaimana cara kita memenangkan pertarungan ini? Ada jalan tikusnya.




















