Powered by Blogger.
Showing posts with label Hutang. Show all posts
Showing posts with label Hutang. Show all posts

Saham = Riba? Iming-Iming, Mengukir Nama Di Udara

Saham = Riba? Iming-Iming, Mengukir Nama Di Udara
Saya sering menelaaah kisah sukses dan gagal para investor saham dengan tujuan mengambil hikmah atas keberhasilan dan kegagalan tersebut. Itu penting buat menginspirasi saya dalam menyusun strategi di bursa saham. Karena sering kali kita tak bisa melihat kelemahan diri sendiri, tapi kita mungkin bisa mempelajarinya dari kelemahan orang lain. Namun ada 1-2 kisah yang selalu membuat saya tak tahan untuk tidak membahasnya, yaitu kisah-kisah gagal para investor lalu menyalahkan bisnis saham dengan menyinggung-nyinggung soal syar'i, seolah-olah ingin mengatakan bahwa ini adalah bisnis yang haram dan membawa petaka kepada siapapun yang terjun di dalamnya. Berikut ini salah satu cerita yang saya temukan. Tanggapan atas cerita ini akan saya tuliskan setelahnya.

Kutulis kisah ini untuk segenap muslimah. Meskipun dengan menulisnya, hatiku semakin teriris-iris. Namun biarlah luka itu menganga, asalkan kalian tidak menjadi korban berikutnya.

Dulu… aku pernah merasakan bahagianya pernikahan. Aku mencintai suamiku, dia pun mencintaiku. Meskipun hidup pas-pasan, rumah tangga kami diliputi kedamaian. Suamiku orang yang pekerja keras. Ia berusaha mendapatkan tambahan penghasilan untuk bisa ditabung seiring Allah mengkaruniakan seorang buah hati kepada kami. Kami pun berusaha hidup qanaah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kami.

Cara Agar Bertahan dan Tidak Bangkrut Di Pasar Saham - Bagian 3

Cara Agar Bertahan dan Tidak Bangkrut Di Pasar Saham
Di bagian 3 ini kunci utama yang diberikan adalah manajemen uang (money management / MM). Saham sudah keburu nyangkut, mau pake MM apa lagi? MM itu bukan cuma buat mereka yang pegang cash, tapi juga mereka yang sedang pegang saham. Saham itu kan ekuitas yang sangat likuid. Pegang saham itu sama dengan pegang duit.

Cara membereskan saham-saham yang nyangkut sebenarnya mudah saja. Saya kebetulan bukan tipikal yang hobi melihat saham nyangkut setiap harinya di portofolio. Karena pengertian saham nyangkut buat saya adalah salah pilih saham dan salah memilih momentum beli. Karena itulah saya jual semua saham-saham nyangkut tersebut, sehingga portofolio saya kembali bersih tanpa noda merah di dalamnya. Kenapa saya melakukan itu? Saya punya keyakinan bahwa setiap kali rebound, maka pasar memberikan peluang untuk recover 10-20% dalam waktu singkat. Peluang itu yang ingin saya ambil. Jika saya membiarkan saham saya turun -17% tanpa cutloss, maka ketika ia turun hingga minus -25% pun saya cuma bisa menonton saja. Tapi dengan memotong kerugian di -17%, lalu membiarkannya turun ke -25%, saya berkesempatan untuk meraih profit rebound +20%, minimal +10%, buat menutupi rugi -17% tersebut. Ini memang tidak mudah, tapi bisa dilakukan asalkan cukup cermat dan berhati-hati.

Cara Agar Bertahan dan Tidak Bangkrut Di Pasar Saham - Bagian 2

Setelah kamu bisa menemukan solusi sementara untuk masalah finansialmu, maka selanjutnya adalah menyusun strategi agar modalmu bisa pulih, dan bisa menghasilkan profit bulanan.

Ada 3 langkah penting yang harus dilakukan, yaitu :
Langkah pertama : Hitung berapa kebutuhan modal untuk pulih.

Recovery Rate

Jika modal Rp100 juta turun menjadi Rp60 juta, maka Loss rate-nya sebesar Rp40 juta (40%), dan butuh Recovery Rate-nya sebesar 66.67% (Rp40 juta/Rp60 juta). Nilai recovery rate selalu lebih besar dari Loss rate. Ini membuktikan bahwa tiap kali modal turun, maka dibutuhkan persentase profit yang lebih besar untuk bisa pulih, karena menggunakan modal yang tersisa. Dengan gambaran singkat seperti ini, tidak heran untuk pulih itu butuh perjuangan karena persentase profitnya harus lebih tinggi dari persentase loss-nya dan itu tidak mudah. Sehingga kita sudah bisa membayangkan jangankan untuk BEP (Break Even Point), untuk balik modal pun susah, kecuali punya strategi yang benar-benar bagus.

Cara Agar Bertahan dan Tidak Bangkrut Di Pasar Saham - Bagian 1

Cara Agar Bertahan dan Tidak Bangkrut Di Pasar Saham
Syarat utama untuk bisa tetap bertahan berbisnis saham adalah ada uang! Tak peduli dalam kondisi bagaimana pun juga, pastikan uang selalu ada. Dan satu-satunya alasan bahwa uang selalu ada adalah dengan tidak bangkrut. Orang bangkrut tidak lagi punya modal buat main saham. Ya tentu saja syarat ini tidak hanya berlaku di dunia saham, tapi di dunia bisnis secara keseluruhan. Tapi yang saya maksudkan di sini adalah potensi kehilangan uang akibat rugi di saham ini bisa terjadi sewaktu-waktu, tiba-tiba, tanpa ada antisipasi sebelumnya. Kita hanya menganalisa dan memprediksi. Bahkan sering kali kita tidak tahu kegawatan apa yang tengah terjadi. Berhadapan dengan situasi seperti ini, satu saja syarat utama : Pastikan uang selalu ada dan tidak bangkrut! Dengan begitu kita bisa bertahan. Lantas bagaimana caranya? Saya akan jelaskan.

Transaksi Repo : Ketika Kodok Memutuskan Tinggal Di Dalam Ember - Bagian 2

Lanjutan dari Transaksi Repo : Ketika Kodok Memutuskan Tinggal Di Dalam Ember - Bagian 1

Berapa profit yang diperoleh jika aksi ini berhasil?
Profit yang diperoleh : (Rp3200 - Rp800) x 24,5 juta = Rp58.800.000.000,-

Net profit ini digunakan untuk membayar repo plus bunga yang jatuh tempo :
Rp58.800.000.000 - Rp27.855.520.000 = Rp30.944.480.000,-

Inilah profit di atas kertas. Tapi apakah cukup sampai di situ saja? Tentu saja tidak. Setelah menebus repo, maka emiten LBAY kembali memiliki 53,9 juta lembar sahamnya, utuh, tanpa kurang satu lembar pun. Harga sekarang sudah Rp3200 atau naik 300% dari harga awal setahun lalu. Apa saham ini mau disimpan? Bisa ya bisa tidak. Tapi biasanya saham ini akan dijual bertahap. Kita asumsikan ada 5 tahap dengan jumlah lembar saham yang sama dimana setiap tahapan itu punya batasan Auto Reject kiri sebesar 24.9%. Maka urutannya akan jadi sbb :

Transaksi Repo : Ketika Kodok Memutuskan Tinggal Di Dalam Ember - Bagian 1

Pembahasan soal repo ini sudah banyak dimuat di banyak blog dan media online. Kebetulan soal repo ini sangat rame dibahas tahun 2008 silam (baca di sini) dan menjadi topik panas ketika itu dimana harga saham berguguran yang diduga akibat gagal bayar repo. Saya hanya catatkan beberapa kata-kata kunci penting soal transaksi repo ini.

Riba Yang Tertukar

Riba Yang Tertukar
Saya kebetulan nemu cerita di bawah ini di beranda FB yang dishare oleh teman saya. Kisah ini sangat menggelitik rasa ingin tahu saya yang berlebihan. #lebay. Berikut ini tulisannya.

KISAH NYATA
(JANGAN DIPERDEBATKAN, SILAKAN AMBIL HIKMAHNYA)

Seorang teman bercerita kepada saya;

5 tahun yang lalu ia seorang yang kaya, pendapatan bersih perbulan dari usahanya naik turun di angka 50juta, pernah beberapa kali mencapai 100juta! Umurnya masih muda sekitar 40tahun, sholatnya selalu diawal waktu, ia sebisa mungkin berjamaah, tapi kalaupun tidak ia berusaha diawal waktu, sholat malam dan dhuhanya rutin, sangat berbakti kepada orang tua, istrinya cantik berjilbab dan umurnya jauh dibawahnya. Oh ya hampir lupa, sedekah itu nafas baginya, ia sangat ringan tangan.