Harga saham akan mengikuti valuasinya. Valuasi saham sangat ditentukan oleh kinerja emiten. Dengan mempelajari analisis fundamental, maka besar peluang untuk bisa memprediksi harga saham nantinya. Itu merupakan salah satu dari sekian banyak alasan untuk mempelajari analisis fundamental. Saya sendiri juga berkali-kali menyampaikan di blog ini bahwa hal pertama yang kudu dipelajari di saham adalah analisis fundamental. Strong recommended lebih enak didengar jika tidak mau dibilang wajib.
Buat analisis teknikal, biasanya ada banyak pendapat miring seputar ini. Analisis teknikal tidak memiliki metode buat menganalisis valuasi saham. Asumsi pergerakan saham semata-mata disandarkan pada psikologis fear and greedy. Fear menciptakan supplai, dimana orang berlomba-lomba buat jualan, sedangkan greedy menciptakan demand, dimana orang berlomba-lomba buat beli. Nilai psikologis itu diformulasikan ke dalam oscillator yang nantinya akan menandai zona psikologis overbought (terlalu tamak) dan oversold (terlalu takut). Itu jelas bukanlah valuasi saham. Dengan analisis sarat dengan penilaian subjektif seperti itu, apa sebenarnya alasan penting buat mempelajari analisis teknikal?
Buat analisis teknikal, biasanya ada banyak pendapat miring seputar ini. Analisis teknikal tidak memiliki metode buat menganalisis valuasi saham. Asumsi pergerakan saham semata-mata disandarkan pada psikologis fear and greedy. Fear menciptakan supplai, dimana orang berlomba-lomba buat jualan, sedangkan greedy menciptakan demand, dimana orang berlomba-lomba buat beli. Nilai psikologis itu diformulasikan ke dalam oscillator yang nantinya akan menandai zona psikologis overbought (terlalu tamak) dan oversold (terlalu takut). Itu jelas bukanlah valuasi saham. Dengan analisis sarat dengan penilaian subjektif seperti itu, apa sebenarnya alasan penting buat mempelajari analisis teknikal?










