Saya mewanti-wanti buat mereka yang baru terjun ke saham, janganlah terburu-buru buat mempelajari candlestick. Analisis candlestick memang terlihat menarik buat siapapun, tak terkecuali pemula, tapi sebenarnya ia merupakan seni analisis teknikal yang advanced. Bisa dimengerti bahwa godaan buat mempelajari seni teknikal yang satu ini sangatlah besar. Bukan apa-apa, setiap harinya kita selalu dihadapkan dengan grafik candlestick, sebagai grafik khas saham atau forex. (Grafik bar juga lazim digunakan, tapi kalah populer jika dibandingkan candlestick.) Tentunya sedikit banyak kita ingin tahu apa yang terjadi dengan saham tersebut jika sudah muncul Unique Three River Bottom, misalnya.
Bagi saya, candlestick menyumbang lebih dari 30% buat pemahaman analisis teknikal. Saat membangun sistem, filosofi di balik candlestick benar-benar sangat membantu saya. Hati-hati, jika candlestick digunakan langsung buat trading, maka akurasinya hanya 5%. Jika kurang memahami filosofinya, maka kita tidak akan paham apa yang hendak disampaikan oleh candlestick tersebut.
Bagi saya, candlestick menyumbang lebih dari 30% buat pemahaman analisis teknikal. Saat membangun sistem, filosofi di balik candlestick benar-benar sangat membantu saya. Hati-hati, jika candlestick digunakan langsung buat trading, maka akurasinya hanya 5%. Jika kurang memahami filosofinya, maka kita tidak akan paham apa yang hendak disampaikan oleh candlestick tersebut.











