Powered by Blogger.
===================================================================
Assalamualaikum Sobat Saham Ceria,
Salam sejahtera bagi kita semua,

Untuk meningkatkan kemampuan menulis sobat, silahkan tulis artikel mengenai pasar atau saham, cara kamu memahaminya, suka duka, awal mula, cita-cita, harapan, kesalahan hingga cara memperbaikinya, bedah buku / tulisan trader lain, mitos, dan sebagainya. Ada banyak sekali hal yang bisa kamu tuliskan.

Lebih disukai yang berisikan pengalaman ataupun paparan yang sarat dengan logika dan argumen yang kuat, sehingga sobat lain bisa belajar dari pengalamanmu itu.

Kirimkan tulisan kamu ke sahamceria1@gmail.com dengan format :

Nama penulis : boleh nama pena ataupun nama asli
Email :
Link Blog : (kalau ada)
Judul :
Uraian :
Referensi : (kalau ada)

Panjang tulisan antara 4000-5000 karakter. Tulisan yang menarik akan saya posting di blog ini. Dulu saya memulai untuk memahami pasar ini lewat menulis. Siapa tahu kamu pun juga begitu.

Semoga sukses dan salam trader!
===================================================================

Pengalaman Menggunakan Amibroker

Posted by Saham Ceria

Pengalaman Menggunakan Amibroker
Pertama kali mengenal Amibroker itu di tahun 2008. Ada seorang teman yang berbaik hati membagi materi workshop sahamnya yang berbasis Amibroker kepada saya. Kebiasaan jelek saya, tiap kali berkenalan dengan sesuatu yang baru, saya selalu bersikap defensif. Tidak bisa langsung percaya atas keunggulan Amibroker dibandingkan produk yang lain. Lagipula, kebetulan saya tak punya referensi apapun soal keunggulan produk yang satu dengan yang lain.

Hari-hari selanjutnya, jadilah saya rutin mengutak-atik Amibroker. Programnya ringan dan sangat user friendly, namun tampilan grafiknya terlalu sederhana. Saya membayangkan software seperti ini bisa menampilkan grafik candlestick 3D yang keren. (Hehe..) Juga, kendati disediakan banyak indikator-indikator teknikal, di Amibroker tidak banyak disediakan built-in Explorer. Ini berbeda dengan Metastock yang justru sudah menyediakan banyak built-in Explorer di dalamnya

Ada satu perbedaan mencolok di Amibroker ketimbang software sejenis, yaitu fitur multitabs. Amibroker memungkinkan penggunanya menggunakan banyak tab sekaligus untuk menganalisis 1 macam saham. Saya bertanya dalam hati, buat apa fitur semacam ini? Andai saya menggunakan indikator MA 5x20, MACD, dan RSI, kesemuanya itu cukup menggunakan 1 tab saja, tidak perlu 2-3 tab. Kesan mubazir seperti ini sempat membuat saya tak begitu tertarik menggunakan Amibroker. Saya menyukai sesuatu yang simpel, dan multitabs seperti ini jelas jauh dari kesan simpel.

Kurang menarik, itulah kesan pertama saya. Seperti yang saya katakan di atas, saya cenderung defensif memang. Tidak puas dengan segala indikator yang standard, saya coba browsing tentang indikator teknikal buat Amibroker. Dari situ saya tahu website Amibroker Library dan Wisestocktrader yang memuat ratusan atau mungkin ribuan indikator-indikator teknikal. Wow! Rasanya seperti menemukan gudang harta karun.

Saya tahu bahwa tak ada jaminan indikator-indikator itu akan memberikan hasil trading terbaik, tapi setidaknya saya punya peluang buat mengeksplorasi indikator-indikator siluman tersebut. Ketekunan itulah yang akhirnya membuat saya bisa membuat indikator yang saya sukai dan sesuai dengan apa yang saya inginkan. Adapun fitur multitabs ternyata amat berguna. Saya memasukkkan indikator berbeda di setiap tab, hanya untuk membandingkan indikator mana yang terbaik menurut saya.

Tomasz Janeczko
Tomasz Janeczko
Alhasil, saya menyadari bahwa Tomasz Janeczko, sang pencipta Amibroker, sepertinya membuat software tersebut untuk memberikan kebebasan seluas-luasnya buat teknikalis mengeksplorasi kemampuan analisis mereka sesuka hati. Terlepas apakah Tomasz sendiri sudah menemukan formula teknikal yang ampuh, tapi setidaknya software bikinannya mampu memfasilitasi trader-trader profesional yang ingin membuat sistem advanced dengan harga yang relatif terjangkau. Padahal menurut kisahnya, Tomasz membuat Amibroker bukan untuk dijual, melainkan untuk dipakai sendiri. Ia dengan sukarela membaginya ke teman-temannya. Nah, dari situlah awalnya banyak permintaan akan software tersebut, jadilah Tomasz dagang Amibroker. Oh ya, Tomasz ini cukup responsif, lho. Ia tak sungkan-sungkan membantu Amibroker-user, asalkan kita tak malu bertanya.

Amibroker versi gratisan tidak bisa digunakan buat real-time data. Inilah kiranya mendorong saya buat membeli softwarenya ini secara online, selain karena harganya relatif terjangkau. (Harganya sekitar Rp1,5 juta di tahun 2013.) Setelah membelinya, saya coba berlangganan real-time data feed, dimana pergerakan candlestick per tick, per 1 menit, per 5 menit, dan sebagainya, bisa disaksikan dengan jelas. Walaupun masih dalam tahap coba-coba, rasanya benar-benar seperti trader profesional saja. (Haha..) Yang penting koneksi internet harus lancar. Yang jelas, saya bisa lakukan day trading, swing trading, position trading, dengan menggunakan indikator yang saya suka pada timeframe yang pendek.

Jadi, kalau ada yang bertanya apa kelebihan utama Amibroker yang membuatnya sangat digemari oleh trader, maka jawabnya terletak pada Amibroker Formula Language-nya (disingkat AFL), ringan, dan kaya akan fitur-fitur. Banyak sekali fiturnya yang belum saya coba. Semua memang diperuntukkan buat mereka yang tengah menyusun sistem trading yang handal. Tak bosan-bosannya saya mengulang-ulang. Mindset yang benar akan melahirkan logika yang benar. Logika yang benar akan melahirkan sistem yang benar. Jika sudah menemukan sistem seperti apa yang hendak dibangun, maka tinggal menyusun AFL-nya. Selesai. Langkah selanjutnya, tinggal mengkoreksi hingga merevisi kalau masih ditemukan kekeliruan. Sejauh ini, Amibroker secara nyata sudah memfasilitasi sistem yang saya inginkan.

Salam trader!

Thank you, Tomasz. Thank you, Amibroker.

Pengalaman Menggunakan Amibroker

Related Post



Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...